Rabu, 20 Maret 2013

Menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-67

"3 Sumbu Mega Ancaman
Early Warning Threaten of  21 st Century"
Oleh : Mayor Ir. M. Binsar Pane, MM
Edisi Khusus - Rangkuman Buku  :

 

Menyongsong Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke – 67 (17 Agustus 2012) 
Mengenang kembali semangat kebangsaan dan gelora perjuangan para pahlawan kesuma bangsa dengan keringat dan tetesan darah disekujur tubuhnya tetap menerjang maju terus ke medan pertempuran, diiringi jeritan tangis dan pekikan merdeka......merdeka....merdeka.....hidup atau mati, akhirnya Boedi Oetomo Bapak Kebangkitan Nasional bersama seluruh rakyat menghantarkan Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaannya.  Mungkinkah generasi penerus bangsa sebagai anak-cucu para pahlawan yang mulia, dengan  pengorbanan jiwa dan raganya dapat menyelamatkan bangsa dan negara dari mega ancaman bahaya yang menghadang....?. 

Termasuk sebagai sumbangan pemikiran dan kontribusi konkrit terhadap proses pelaksanaan hasil dari KTT Asean ke-18 dan Sidang ke-5 ADDM pada 17-20 Mei 2011

Sebuah inovasi dan trobosan sebagai peringatan dini dan kewaspadaan nasional untuk
menyelamatkan Indonesia dari 3 Sumbu Mega Ancaman yang segera akan terjadi,
sekaligus menjadikan renungan dan pemikiran menuju konsolidasi untuk
 mewujudkan wawasan nasional, semangat kebangsaan dan persatuan
sehingga akan tercipta kembali etika dan moral nasional yang
 kuat untuk percepatan kemajuan pembangunan Indonesia.
Intisari Penulisan  :      
Upaya penyelamatan yang serius dan fokus terhadap situasi “Indonesia Emergensi”
Membangkitkan Semangat Kejuangan, Persatuan dan Nasionalisme
Strategik Global Pertahanan Indonesia (SGPI) Abad 21
Paradigma Era Baru Perang Abad 21, Penjajahan dan Kejahatan Global
Inovasi dan Trobosan Mengatasi Konflik dan Menciptakan Perdamaian Asean             
Kekayaan SDA sangat besar pada Extended Jurisdiction dan Over-Lapping Areas
Analisa Gempa dan Tsunami serta Inovasi Manajemen Keselamatan Bencana
Selat Sunda dan Krakatau Ancaman Besar Jakarta Ibukota Negara
Kekuatan Militer adalah Perisai Melindungi dan Menyelamatkan Rakyat
Strategi  Pesawat Tempur Super Strike and Attack
Penerapan Teknologi Cyber Space-vs-Insiden Penerbangan yang meningkat
Pengamanan dan Penyelamatan Penerbangan terhadap Space Crime and Sabotage
Inovasi dan Prototipe Teknologi Anti Kapal Selam
Ancaman Besar Pertahanan Bawah Laut Sangat Lemah
Penegakan Hukum adalah Tonggak Kemajuan Pembangunan
Konsep Membangkitkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme
Pemikiran dan Masukan pada Transportasi Udara Indonesia
Beberapa Inovasi dan Rancang Bangun Teknologi Terapan
Pemanfaatan, Penerapan Teknologi dalam bidang Pertahanan dan Bencana Alam


Connection Ir. M. Binsar Pane, MM

<data:blog.pageTitle/> <data:blog.pageName/> ~ <data:blog.title/>

Selasa, 13 November 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — Kedatangan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012), dalam acara pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soekarno-Hatta, menjadi perhatian tersendiri. Putri Soekarno itu akhirnya kembali berhadapan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan menteri dalam kabinetnya saat ia menjabat presiden. Selain Megawati, hadir keturunan Soekarno lain, yakni Guntur Soekarnoputra, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra. Mereka membawa serta cucu-cucu Soekarno. Selama acara, Megawati berdiri di jajaran Wakil Presiden Boediono bersama pimpinan lembaga tinggi negara, di antaranya Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MK Mahfud MD, Ketua BPK Hadi Purnomo, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari dan Melani Leimena Suharli. Tepat di depan Megawati berdiri Presiden. Prosesi diawali pembacaan Keputusan Presiden Nomor 83/TK/Tahun 2012 dan Nomor 84/TK/Tahun 2012 yang berisi penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Soekarno-Hatta. Kemudian, Presiden menyerahkan gelar secara resmi kepada Guntur dan Meutia Hatta yang mewakili keluarga. Setelah itu, Presiden memberikan pidato terkait pemberian gelar. Selama pidato, Megawati hanya sesekali melihat Presiden. Sambil menenteng tas dan kipas, Megawati lebih banyak melihat sekitar ruangan. Ketua Umum PDI-P itu tak memberi tepuk tangan setelah Presiden selesai menyampaikan pidato. Adapun Marzuki dan Boediono yang berdiri di samping Megawati dan para pejabat lain bertepuk tangan. Setelah berpidato, Presiden dan Ny Ani Yudhoyono serta Boediono dan Ny Herawati memberikan selamat kepada Guntur dan Meutia. Megawati mengikuti di belakang mereka. Setelah menyalami, Yudhoyono dan Boediono berdiri di samping Guntur dan Meutia. Setelah menyalami serta mencium pipi kiri dan kanan Guntur dan Meutia, Megawati akhirnya berhadapan dengan Yudhoyono. Jabat tangan pun dilakukan keduanya. Tentunya tanpa cium pipi kiri dan kanan. Megawati dan Yudhoyono tampak saling tersenyum. Acara berakhir dengan pemberian selamat para undangan kepada seluruh keluarga Soekarno-Hatta. Megawati ikut dalam barisan keluarga Soekarno. Kali ini, Yudhoyono tak menyalami lagi Megawati. Mungkin lantaran sudah berjabat tangan. Seperti diketahui, sejak Yudhoyono menjadi presiden tahun 2004, Megawati nyaris tak pernah hadir dalam acara kenegaraan di Istana. Setiap peringatan HUT, istri Ketua MPR Taufiq Kiemas itu memilih memperingatinya di Kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta. Hubungan keduanya memang tak harmonis sejak saling berhadapan pada Pemilu Presiden 2004. Catatan Kompas.com, Mega hanya datang ke Istana saat Presiden menggelar jamuan makan malam kenegaraan untuk Presiden AS Barack Obama pada 2010.

Minggu, 02 September 2012

Kamis, 26 Juli 2012

Puasa dan Kenikmatan Iman

IMAN dan Islam adalah dua kata yang paling sering diperbincangkan dalam setiap kegiatan keagamaan. Kedua kata ini memang memiliki hubungan erat yang tidak bisa dipisahkan. Indikator keislaman seseorang tidak bisa hanya diukur dari sisi penampilan lahiriyah. Lebih substantif dari itu, keislaman seseorang akan menjadi sempurna jika dibarengi dengan peneguhan keimanan di dalam batin. Hanya dengan iman yang kokoh, seseorang akan rela dan ikhlas untuk menjalankan ajaran-ajaran Islam yang disyariatkan. Iman tidak bersifat constant. Ia juga tidak berada pada ruang hampa. Karena itu, iman memiliki tingkatan dan gradasi. Pada situasi tertentu, iman dapat bertambah dan juga berkurang. Bertambah dan berkurangnya iman tergantung pada pengalaman ruhani yang bersifat metafisis dan juga pengalaman jasmani yang bersifat empiris. Sejalan dengan itu, Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya iman akan usang di rongga salah seorang dari kalian sebagaimana halnya pakaian, maka mintalah kepada Allah agar memperbaharui iman di dalam hati kalian.” (HR. Thabrani). Sabda Rasulullah ini sekaligus mempertegas bahwa iman itu bersifat labil. Diperlukan berbagai upaya untuk me-recharge agar iman semakin kokoh, atau minimal tidak terjun bebas tanpa orientasi yang jelas. Iman yang tidak dikendalikan, laksana hidup tanpa tujuan. Padahal, pepatah mengatakan “life without purpose has no meaning”. Dengan demikian, iman sangat menentukan tingkat kebermaknaan hidup. Ibadah puasa adalah panggilan iman. Walau puasa adalah salah satu rukun Islam, namun yang dipanggil untuk melaksanakannya hanyalah orang beriman. Dalam surat Al-Baqarah ayat 183 secara eksplisit dinyatakan, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Panggilan Allah ini setidaknya memiliki dua tujuan. Pertama, ibadah puasa bertujuan untuk menguji keteguhan iman. Hampir dapat dipastikan bahwa hanya orang beriman yang mau melaksanakan puasa. Karena itu, pemenuhan terhadap panggilan ini adalah barometer untuk mengukur tingkat keimanan. Sebaliknya, pengabaian terhadap panggilan ini merupakan indikator kelemahan atau ketiadaan iman. Kedua, ibadah puasa bertujuan untuk meningkatkan kualitas iman. Bagi orang beriman, puasa adalah sarana paling efektif untuk memperbaharui dan meningkatkan kualitas iman. Seperangkat aturan yang secara inherent terdapat dalam ibadah puasa diyakini dapat mengasah serta membersihkan hati. Hanya hati yang tajam dan bersih yang dapat menyentuh dan memahami kebesaran dan kekuasaan Allah. Berkenaan dengan itu, output dari ibadah puasa tidak hanya diperoleh di hari kemudian, namun juga dapat dinikmati sewaktu masih hidup. Banyak orang merasakan nikmatnya pengalaman spiritual selepas melaksanakan ibadah puasa. Dalam kaca mata sufi, kenikmatan seperti ini tidak bisa dilukiskan dengan pena dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sementara para kalangan da’i sering menggambarkan ini dengan istilah kenikmatan iman. Atas dasar itulah kemudian banyak orang merasa terpanggil untuk melakukan ibadah puasa sunnah di luar bulan suci Ramadan. Pada titik ini, terlihat dengan jelas adanya hubungan harmonis antara iman dan kenikmatan spiritual. Wallau’alam.

Jalan Kaki Porong-Jakarta, Korban Lumpur Lapindo Klaim Diprovokasi

Jakarta Penyesalan disampaikan Hari Suwandi yang dahulu dikenal sebagai korban Lapindo. Dalam tayangan di TvOne dia mengaku menyesal atas aksi jalan kaki Porong-Jakarta. Dia juga meminta maaf selama aksinya mencemarkan nama baik keluarga Bakrie. Hari menyampaikan itu dalam wawancara di TvOne dengan Indiarto Priadi pada Selasa (24/7) malam. Tayangan wawancara itu bisa dilihat di website TVOne hingga Kamis (26/7/2012). Hari tampil dengan membawa tongkat yang setia menemaninya, baju lurik, serta istri dan anaknya. Dalam wawancara dengan Indiarto, Hari dengan lancar menuturkan penyesalannya. Dia juga mengaku ada pihak-pihak tertentu yang membuatnya melakukan aksi jalan kaki. "Aksi ini kami lakukan karena dorongan dari kawan-kawan yang tidak bertanggung jawab, yang intinya saya sebagai tameng," jelas Hari. "Anda mengatakan Anda didorong orang lain? Makanya anda berjalan dan Anda menyesali itu? Anda juga di beberapa tempat menyatakan meminta keluarga Aburizal Bakrie bertanggung jawab dan sebagainya? Anda menyesal mengatakan itu? Apakah Anda mengatakan ini dari dasar hati Anda?" tanya Indiarto. "Saya betul-betul sangat-sangat menyesal sekali. Pada dasarnya keluarga Bakrie masih mampu menyelesaikan semua permasalahan di korban lumpur Sidoarjo tepat pada waktunya, dan kami sebagai manusia tak luput dari kesalahan kami. Saya Hari Suwandi sekeluarga memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar Aburizal Bakrie, khususnya Bapak Aburizal Bakrie, yang mana dalam perjalanan saya dari Porong sampai ke Jakarta, saya banyak mencemarkan nama baik Aburizal Bakrie," jawab Hari. Dalam wawancara itu juga dia menyebutkan bahwa aksinya ini dilakukan dengan reflek dan tiba-tiba. Dia mempunyai inisiatif sendiri kemudian diprovokasi oleh kawan-kawannya, sehingga melakukan aksi seperti itu. "Karena dorongan warga saya, setiap hari menangis dan meminta tolong kepada saya, tetapi ternyata mereka hanya menjadikan saya sebagai sebuah alat," tutur Hari. "Anda sebelumnya ngomong bahwa Anda didorong-dorong orang tertentu?" terang Indiarto. "Yang jelas, hanya sebagian kecil satu dua orang saja. Itu pun mereka tidak ada komitmen, untuk memberi penyemangat saya, pada waktu saya jalan kaki. Telepon atau SMS saja, mereka tidak pernah. Jadi saya hanya jadi alat permainan mereka. Sekali lagi saya tidak ada ganjalan dalam hati saya, walaupun perjuangan saya ke Jakarta ini tidak berhasil," ungkap Hari.

SBY Minta Djoko Tjandra Dikejar

JAKARTA--MICOM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Kejaksaan Agung dan Polri untuk berkoordinasi dengan kementerian luar negeri, Kementerian Hukum dan HAM untuk menuntaskan kasus yang melibatkan buronan hak tagih Bank Bali, Djoko S Tjandra. "Saya baru dilapori resmi, saya baru instruksikan Jaksa Agung melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri, Kapolri dan lainnya untuk melihat dulu status Djoko Chandra. Bila yang jelas bermasalah maka penanganannya adalah tangani orang yang bermasalah, komunikasi dengan PNG," kata Presiden dalam keterangan pers usai rapat koordinasi bidang hukum di Gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Rabu (25/7). Kepala Negara mengatakan bila telah jelas permasalahannya, penanganan bisa dilakukan dengan jalur diplomatik atau jalur hukum. "Yang jelas saya meminta untuk ditangani secara baik melalui saluran diplomatik, hukum, dan juga keamanan," kata Presiden. Djoko Tjandra yang dilaporkan sudah berpindah kewarganegaraan menjadi WN Papua Nugini sejak Juni 2012 ini adalah buronan kasus hak tagih Bank Bali. Kasus itu terjadi pada 11 Januari 1999 ketika disusun perjanjian pengalihan tagihaan piutang Bank Bali terhadap Bank Tiara sebesar Rp38 miliar. Bank Bali diwakili oleh Rudy Ramli, Rusli Suryadi, dan Djoko Tjandra, selaku Direktur Utama PT Persada Harum Lestari. Selain soal tagihan utang Bank Bali terhadap Bank Tiara, disusun pula perjanjian antara Bank Bali dan Djoko Tjandra mengenai tagihan piutang Bank Bali terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) dan Bank Umum Nasional (BUN) sebesar lebih dari Rp798 miliar. Pembayaran utang kepada Bank Bali diputuskan selambat-lambatnya 3 bulan setelah perjanjian itu dibuat. Untuk perjanjian tagihan utang yang kedua ini, Joko Tjandra berperan selaku Direktur PT Era Giat Prima. Djoko diduga meninggalkan Indonesia dengan pesawat carteran dari Bandar Udara Halim Perdanakusumah di Jakarta ke Port Moresby pada 10 Juni 2009, hanya satu hari sebelum Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan atas perkaranya. Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara atas Djoko Tjandra dan harus membayar denda Rp15 juta serta uangnya di Bank Bali Rp54 miliar dirampas untuk negara.

Emir Moeis Terseret Kasus Listrik

JAKARTA– Ketua Komisi XI DPR, Izedrik Emir Moeis, terseret kasus dugaan suap. Meski KPK belum merilis resmi status Emir, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana memastikan politikus PDIP itu telah menjadi tersangka. Status tersangka Emir Moeis terungkap dalam surat permohonan pelarangan bepergian ke luar negeri yang dikirimkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI per 23 Juli 2012. ”Di surat itu Komisi Pemberantasan Korupsi yang meminta pencegahan ke luar negeri, status EM (Emir Moeis) dinyatakan sebagai tersangka,” kata Denny kemarin, melalui pesan singkat di ponsel. Dari dokumen yang diterima SINDO, surat permohonan KPK tersebut didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin.Dik-36/01/07/2012 tanggal 20 Juli 2012 atas nama tersangka Izedrik Emir Moeis yang ditandatangani Ketua KPK Abraham Samad. Dalam surat tersebut diungkapkan bahwa KPK saat ini tengah menyidik dugaan korupsi terkait proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tarahan,Kabupaten Lampung Selatan,Provinsi Lampung Tahun Anggaran (TA) 2004 yang dilakukan oleh tersangka Izedrik Emir Moeis selaku anggota DPR periode 1999-2004 dan atau selaku anggota DPR periode 2004-2009. Dalam surat tersebut KPK juga meminta pencegahan ke luar negeri kepada dua orang lain. Mereka adalah Direktur Utama PT Artha Nusantara Utama Zuliansyah Putra Zulkarnain dan General Manager PT Indonesian Site Marine Reza Roestam Moenaf. Penetapan Emir sebagai tersangka ini telah memperpanjang daftar politisi dari partai politik yang dibidik KPK. Sebelum ini KPK juga telah menetapkan tersangka korupsi para politisi dari Partai Golkar, Zulkarnain Djabar; Wa Ode Nurhayati dari PAN; hingga Angelina Sondakh dari Partai Demokrat (selengkapnya lihat info grafis). Hal yang menarik, KPK belum mengumumkan secara resmi status Emir. Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, status Emir Moeis sampai saat ini belum diberikan kejelasan. Johan Budi mengatakan, status Emir akan disampaikan secara resmi pada waktu yang tepat.”Saya barusan menghadap pimpinan, dan saya diperintahkan untuk sampaikan ini terkait berita atau informasi yang dikonfirmasi wartawan dari Wakil Menkumham (Denny Indrayana).” “Ada waktunya akan disampaikan secara resmi apa status Emir Moeis terkait kasus yang kita telusuri lebih lanjut. Ini saya sampaikan karena memang menurut KPK belum tepat sekarang,” kata Johan saat konferensi pers di Gedung KPK,Jakarta,kemarin. Terkait beredarnya surat fotokopi permohonan pencekalan KPK yang disampaikan ke Ditjen Imigrasi atas nama Emir Moeis dkk, Johan mengaku tidak tahu dan tidak memegang surat asli maupun fotokopiannya. Dia menuturkan, penyebutan status tersangka yang disampaikan oleh Denny saat dihubungi wartawan dapat memengaruhi pengembangan kasus yang tengah diusut KPK.”Jadi kami mohon dan mengimbau pihakpihak terkait sebaiknya mengadakan koordinasi dengan pimpinan KPK terkait kasuskasus yang tengah ditangani,” paparnya. Johan mengharapkan, penundaan pengumuman status Emir Moeis tersebut janganlah dihubung-hubungkan dengan takut atau beraninya KPK dengan politisi PDIP tersebut. Kepentingan pengusutan dan pengumpulan fakta atau bukti kasus PLTU Tarahan itu lebih penting daripada memperdebatkannya. ”Sama sekali tidak terkait dengan takut atau tidak takut, tapi ini terkait kepentingan pengusutan kasus PLTU Tarahan tahun 2004. Tidak ada relevansi dan kaitannya,” bebernya. Johan Budi menambahkan, seluruh kasus hukum yang ditangani KPK sejak awal tidak sedikit pun sebagai perwujudan gilir-menggilir politisi yang berasal dari partai politik. Kasus PLTU Tarahan pun tidak sedikit pun dimaksudkan untuk mengarah ke partai tertentu. ”KPK tidak menggilir, KPK menangani kasus yang kebetulan di antaranya terkait orang partai. Selain itu, dari mana kesimpulan KPK menggilir itu?” papar Johan sambil menyatakan KPK juga banyak menangani kasus tanpa melibatkan orang partai. Emir Moeis saat dikonfirmasi membantah dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi PLTU di Tarahan. ”Saya enggak tahu pembangunan PLTU itu, saya kan di Komisi Keuangan,(jadi itu) bukan domain saya. Saya pun tidak akan berinisiatif mendatangi KPK untuk melakukan klarifikasi. Kalau dipanggil, nanti saya klarifikasi,” kata Emir di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Emir belum mau terlalu jauh mengomentari kasus itu karena substansinya belum dia ketahui. Apalagi dia juga tidak pernah terlibat dalam pembicaraan mengenai PLTU Tarahan dengan pihak-pihak terkait. Karena itu, dia hanya bisa pasrah sekaligus kaget kenapa sampai ditetapkan sebagai tersangka. Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan partainya akan berkoordinasi untuk mengetahui bagaimana duduk perkara persoalan ini. PDIP juga akan menyiapkan bantuan hukum kepada Emir. ”Tim hukum DPP telah kami koordinasikan untuk segera menemui Pak Emir,” katanya. Terkait kasus yang diduga melibatkan Emir,Tjahjo juga mengaku tidak pernah tahu. Karena itu dia cukup kaget ketika pemberitaan di media sudah ramai mengenai status tersangka bagi Emir.”Saya belum paham masalah tersebut dan belum ketemu Pak Emir untuk membicarakan masalah PLTU ini.Pak Emir kan di Komisi Keuangan, bukan Komisi Energi,”ujarnya. Sementara itu,Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menilai kecenderungan menggilir oknum politisi Senayan karena KPK memiliki peta korupsi di Indonesia, mulai dari legislatif,eksekutif, yudikatif,kepolisian,kejaksaan, dan TNI. Sebagai instrumen hukum pemberantasan korupsi, lanjut dia,KPK memiliki politik penegakan hukum yang kendalinya ada di tangan mereka. Dia berharap politik pemberantasan korupsi yang dijalani KPK tidak ada maksud lain, kecuali untuk membongkar korupsi di pusat kekuasaan. ”Mudah-mudahan semangat memberantas korupsi masih ada di tangan mereka (KPK). Sebab, kalau politik KPK dipakai untuk agenda lain, misalnya mendelegitimasi lembaga- lembaga demokrasi (parpol) dan institusi negara,maka dampaknya akan sangat serius di masa mendatang,” kata Adhie saat dihubungi SINDO di Jakarta tadi malam. sabir laluhu/ rahmat sahid/ant

Inilah 18 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Susah Menjadi Kaya

Berikut 18 kebiasan buruk yang membuat anda susah menjadi kaya : 1. Tidak punya anggaran Apabila Anda tidak punya anggaran sama sekali bisa berbahaya bagi kondisi finansial Anda. Jangan sampai Anda memutuskan untuk ”pakai saja dulu uangnya, baru nanti kita hitung di akhir bulan.” 2. Tidak punya gambaran untuk pengeluaran bulanan Apakah Anda belum punya catatan anggaran??, setidaknya anda harus punya perkiraan biaya pengeluaran per bulannya. Gambaran dan juga catatan pengeluaran itu perlu karena akan ada beberapa biaya yang sering tanpa kita sadar kita pakai. 3. Tidak punya investasi yang menghasilkan Anda bisa mengucapkan selamat tinggal kepada kondisi finansial anda karena akan segera mati jika tidak punya satu pun investasi yang menguntungkan, minimal yang bisa menghasilkan uang meski hanya sedikit. Jangan pakai internet hanya untuk belanja online, tapi juga cari informasi mengenai instrumen investasi, dan berinvestasilah! 4. Tidak menyadari perkembangan ekonomi terkini Meski mereka mendewakan uang (untuk dihambur-hamburkan), orang yang boros tidak akan tahu mengenai perkembangan ekonomi terakhir. Eropa krisis, oh? Indonesia masuk investment grade, apa itu? Barulah setelah uangnya habis, mereka sadar bahwa kelakuannya sia-sia. 5. Tidak menikmati karirnya tapi diam saja Jika anda tidak suka dengan karir yang anda jalani, jangan diam saja, masih banyak pilihan karir di luar sana yang siap anda garap. Jika diteruskan, selain tidak produktif juga tidak membuat anda nyaman dalam mencari uang. 6. Tidak punya prioritas dalam finansial Tentu saja, hal pertama yang dia lihat akan dia beli untuk orang-orang yang suka boros. Mereka tidak punya prioritas dalam hidupnya, bahkan untuk menabung sekalipun. 7. Sering ganti-ganti mobil Membeli mobil, baik itu kredit atau tunai sebaiknya dilakukan dengan rencana jangka panjang. Jangan sampai, anda cuma membeli mobil dengan perkiraan kalau anda bosan tinggal beli lagi. Jangan biarkan perasaan gengsi anda menang dalam posisi seperti ini. Tak usah sombong karena tidak bagus secara finansial. 8. Tidak merawat barang Orang yang boros tidak hanya karena sering menghamburkan uang, tidak menghargai barang yang dibeli pakai uang termasuk pemborosan. Bahkan, orang yang malas merawat barang biasanya tidak mau memperbaiki sesuatu jika rusak, tapi memilih untuk beli yang baru. Itulah kenapa biasanya mereka punya mobil baru, komputer baru, handphone baru. 9. Membeli TV layar datar berukuran raksasa Semua orang pasti ingin tv raksasa di rumah supaya bisa merasa punya bioskop pribadi. Tapi, kalau anda berpikir jernih, uangnya bisa dipakai untuk keperluan lain. Tak perlu memaksakan diri sampai mencicil segala. Memangnya tidak ada layar datar yang berukuran lebih kecil? Dan bukankah tv tabung juga masih tersedia? Atau anda merasa ketinggalan jaman dengan tv model lama? 10. Langganan TV Kabel Premium Siapa yang tidak suka dengan acara-acara HBO atau Fox? Sah-sah saja jika anda ingin berlangganan channel tersebut, tapi jangan sampai anda ingin berlangganan seluruh channel yang disediakan oleh operator kabel. Bahkan, mereka akan memaksa anda berlangganan secara paket karena lebih murah, padahal tidak. Akui saja, tidak mungkin semua channel lainnya anda tonton juga setiap hari. Alangkah sayangnya jika anda menghabiskan Rp 1 juta sebulan hanya untuk tv berlangganan. 11. TV di setiap ruangan Setelah punya tv raksasa dan TV berlangganan yang cukup mahal, anda masih ingin menikmati semua salurannya di setiap ruangan, maka anda memutuskan membeli TV untuk disimpan di tiap sudut rumah. Anda pasti senang menonton TV sampai tidak rela untuk ketinggalan setiap acaranya. 12. Sering makan di luar Selain tidak sehat bagi tubuh, sering makan di luar juga membahayakan kesehatan finansial anda. Jangan sampai anda terbiasa disajikan makanan oleh orang lain padahal anda atau istri anda bisa menyiakan sendiri, dengan harga yang lebih murah. 13. Berganti-ganti ponsel Sudah jelas, sering berganti-ganti ponsel (apalagi mengejar tren model terbaru) adalah pemborosan nomor wahid. Jika dipikir baik-baik, harga produk elektronik yang sudah dibeli tidak pernah naik, berbeda dengan rumah atau tanah. Nilai barang yang anda beli akan berkurang seiring waktu. Anda akan sangat rugi kalau mencicil ponsel, begitu lunas, nilai sebenarnya sudah jauh berkurang dari harga awal. Biasanya, orang-orang seperti ini selalu mengaku tidak rugi karena mendapat kepuasan dari gonta-ganti ponsel. 14. Tidak pernah berolahraga Apa hubungannya berolahraga dengan kondisi keuangan? Banyak. Tubuh yang sehat adalah aset yang harus dijaga baik-baik. Semakin anda sehat, semakin banyak kesempatan mencari uang. Jika anda sakit-sakitan, selain susah mencari uang juga anda harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya perawatan. 15. Sering belanja baru bermerek terkenal Pakaian terbaru dengan merek terkenal selalu menjadi musuh finansial anda. Jangan sampai tergoda dan terjebak untuk membelinya kecuali anda benar-benar butuh. Anda butuh merek? Mungkin saja, untuk mereka yang ingin dipandang oleh orang lain. Sesuaikan merek dengan kebutuhan. 16. Banyak beli hadiah untuk hari raya Pernah dengar cerita orang yang terjerat utang kartu kredit hanya gara-gara lebaran kemarin terlalu banyak membeli barang untuk dibagi-bagi keluarga dan tetangga di kampung? Berbagi itu indah dan menghubungkan tali silaturahmi, tapi bukan berarti anda harus berkorban begitu banyak bukan? 17. Upgrade komputer setiap tahun Orang yang boros senang mengganti-ganti komponen komputer sesering bayi mengganti popok. Mereka selalu punya alasan untuk membeli komponen baru setiap beberapa bulan sekali. Ya anda betul, komputernya bahkan tidak dipakai untuk membantu pekerjaan. 18. Punya banyak gadget Punya banyak alat-alat elektronik (gadget) yang terkadang dengan fungsi yang sama. Ingin dengar musik, punya iPod atau MP3 player. Ingin main game, punya iPod Touch atau Sony Playstation Portable (PSP). Ingin berselancar di internet, punya iPad atau Samsung Galaxy Tab. Ingin baca buku, punya Kindle atau Kobo eReader. Kalau dipikir-pikir, semua fungsi tersebut bisa ditemukan di satu ponsel pintar saja.

Minggu, 24 Juni 2012

Italia Lolos Lewat Adu Pinalti

[WARSAWA] Italia berhasil lolos ke semi final Piala Eropa 2012 setelah mengalahkan Inggris lewat adu pinalti 4-2. Satu tendangan penalti terakhir dari Inggris tidak dilakukan, karena sudah tidak mengubah kedudukan lagi. Adu penalti ditempuh setelah pertandingan selama 120 menit tidak membuahkan gol, walau Italia bermain menyerang dari awal hingga akhir. Dalam paruh pertama perpanjangan waktu, manajer Inggris Roy Hodgson menarik Scot Parker untuk digantikan dengan Jordan Henderson. Mario Balotelli tampak tidak sabar setelah 90 menit berjalan tanpa gol dan melepas tiga tembakan spekulatif ke arah gawang Joe Hart di paruh pertama perpanjangan waktu. Di menit ke-24, pemain Italia menyundul bola dan masuk ke gawang Inggris, namun penjaga garis mengangkat bendera off-side sehingga kedudukan tetap 0-0. Dengan kemenangan ini, maka Italia akan berhadapan dengan Jerman di semi final pada Kamis (28/6), di ibukota Polandia, Warsawa. Sedangkan semi final pertama antara Portugal melawan juara bertahan Spanyol, digelar sehari sebelumnya, Rabu (27/6) di Donetsk. Kapten Timnas Inggris, Steven Gerrard mengatakan bahwa para pemain sudah memberikan seluruhnya. "Saya kira kami mungkin beruntung di adu penalti, namun tidak demikian halnya," tutur Gerrad. Dia juga memuji barisan pertahanan Inggris yang berhasil menahan serangan pemain Italia. "Kawan-kawan di belakang fanstastis, kami sudah membuat negara bangga namun kami pulang dengan patah hati dan itu tidak mudah," katanya. Italia dan Inggris bermain hati-hati dengan menyusun serangan secara perlahan-lahan dan kedua tim menghasilkan peluang yang berbahaya. Pertandingan baru berjalan sekitar dua menit, dan Daniele de Rossi melepas tembakan keras dari luar kotak penalti ke gawang Inggris, dan tampaknya sudah tidak bisa dijangkau oleh Joe Hart, namun bola mengenai tiang gawang. Sekitar dua menit kemudian, Inggris yang menyusun serangan dan Glen Johnson yang berada di depan kiper Gianluigi Buffon, mengangkat bola namun refleks kiper Buffon berhasil menyelamatkan gawangnya. Inggris melepas beberapa serangan lainnya, dan Wayne Rooney yang sudah berada di depan gawang mendapat umpan dari Johnson namun sundulannya naik ke atas gawang. Balotelli sempat lepas dari barisan pertahanan Inggris dan berhadapan dengan Joe Hart namun dia terlambat menendang dan John Terry memblok tendagannya menjauh dari gawang. Menit ke-31, Balotelli kembali berhasil lolos dari perangkap off-side barisan pertahanan Inggris namun tendangannya bisa ditangkap Joe Hart. Inggris langsung melepas serangan balik dan tendangan Danny Welbeck -dengan mengambil umpan dari Wayne Rooney- melambung di atas gawang Joe Hart. Balotellio masih mendapat beberapa peluang lagi, antara lain pada menit ke-42 menggiring bola dan melepas tembakan keras namun jauh di atas gawang dan kedudukan 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Tingkatkan Serangan Serangan yang saling berganti tetap terlihat di babak pertama, dan Italia yang lebih dulu melepas serangan pada menit ke-47 yang mendebarkan ketika Daniele De Rossi sudah berdiri bebas hanya beberapa meter dari gawang Joe Hart, namun tendangannya melebar ke kiri gawang. Italia tampak meningkatkan serangan di babak kedua dengan membuat Inggris lebih banyak dalam posisi bertahan. Dan Inggris berhasil selamat dari serangan bertubi-tubi pemain Italia pada menit ke-52 ketika tendangan jauh Daniele De Rossi ditangkis Joe Hart dan mental ke Balotelli yang menendang dan bola masih bisa ditolak lagi oleh Hart. Riccardo Montolivo mendapat kesempatan menendang sekali lagi bola muntahan itu namun tidak tetap berhasil membuahkan gol. Balotelli kembali beraksi di depan gawang Inggris pada menit ke-59 dengan melepas tendangan sambil berbalik tapi jauh ke atas gawang. Inggris melakukan pergantian dua pemain sekaligus ketika babak kedua berlangsung sekitar 15 menit, yaitu Theo Walcott menggantikan James Milner dan Andy Carroll untuk Danny Welbeck. Serangan balik Inggris pada menit 65 hampir saja membuahkan hasil, namun tendangan Ashley Young ditahan oleh pemain belakang Italia dan hanya menghasilkan tendangan sudut. Tendangan bebas yang dilepas Steven Gerrard pada menit ke-76 ke kotak penalti Italia tidak berhasil dimanfaatkan para penyerang Inggris dan Buffon dengan mudah menangkap bola itu. Di babak kedua, Italia melakukan tiga pergantian pemain yaitu Alessandro Diamanti masuk menggantikan Antonio Cassano Antonio Nocerino untuk Daniele De Rossi, sedangkan Christian Maggio masuk menggantikan Ignazio Abate. Wasit Pedro Proenca asal Portugal mengeluarkan kartu kuning pertamanya pada menit ke-82 pada pemain Italia Andrea Barzagli yang mentakel keras Ashley Young. Wayne Rooney mendapat peluang di menit terakhir dengan melepas tendangan lambung sambil berbalik namun tidak mengubah kedudukan 0-0. Adapun kartu kuning kedua dalam pertandingan diberikan wasit kepada Christian Maggio saat perpanjangan waktu. [BBC/L-8]

Ambil Cuti Sekarang Juga!

Berlibur adalah hak yang harus Anda ambil, setidaknya sekali dalam enam bulan. Dengan berlibur Anda akan mendapatkan kembali semangat dan mood untuk bekerja lebih giat. Jadi, jangan ragu untuk ambil cuti. Ikuti tips berikut, agar liburan Anda dapat berjalan lebih menyenangkan! 1. Susun Anggaran Sebelum berangkat buatlah rencana pengeluaran, agar Anda bisa berlibur dengan nyaman sesuai selera dan kemampuan kantong. 2. Pilih - pilih Tempat Wisata Banyaknya tawaran dari agen wisata seringkali membuat bingung. Sebelum menentukan pilihan, kumpulkan segala info mengenai tempat yang ingin Anda kunjungi. Lakukan survei di internet atau mintalah rekomendasi dari teman. 3. Packing Sesuaikan busana yang Anda bawa dengan tempat Anda berlibur. Bila berencana berlibur ke pantai, jangan lupa membawa baju renang, sunblock, dan sunglasses. Bila berencana berlibur ke daerah pegunungan atau daerah berhawa dingin, pastikan jaket dan syal masuk ke dalam daftar bawaan Anda. Gulung satu persatu baju dengan rapi untuk menghemat tempat. Kemas alat kosmetik Anda dalam beauty kit yang praktis. 4. Dokumentasi Jangan lupakan kamera untuk 'menangkap' pemandangan indah atau kejadian unik selama perjalanan. Jurnal atau catatan perjalanan juga bisa menjadi alternatif sarana dokumentasi. 5. Air Mineral Dehidrasi dapat terjadi kapan saja. Pastikan Anda cukup mengonsumsi air mineral sepanjang liburan. Nah ini saatnya memanjakan diri tanpa tugas dan beban pekerjaan.

SBY, Dengarlah Kritik Muhammadiyah!

RMOL. Kritik Muhammadiyah melalui keputusan sidang Tanwir-nya yang membahas lemahnya kepemimpinan nasional adalah sesuatu yang hak bagi Muhammadiyah. Demikian disampaikan Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online, Minggu (24/6). "Sebagai ormas Islam besar di Indonesia, Muhammadiyah patut memiliki rasa khawatir atas perkembangan dan masa depan Indonesia yang semakin bergerak tak menentu. Perkembangan ini sebagai akibat benturan nilai peradaban dunia yang masuk ke Indonesia," kata bekas aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) ini. Benturan peradaban nilai tersebut, sambungnya, menghasilkan berbagai gesekan dan konflik sosial di tengah masyarakat. Ironisnya dalam situasi bangsa yang seperti ini, bangsa Indonesia memiliki seorang kepala negara dan pemerintahan yang kurang jelas identitas ideologis dan posisi politiknya. "Kita tidak tahu apakah pemimpin kita berada pada bagian kekuatan asli bangsa Indonesia yakni seorang Pancasilais sejati, atau mau berada sebagai bagian kekuatan kapitalisme dunia. Kekurangjelasan identitas ideologis dan politik Presiden SBY itulah yg akhirnya disimpulkan oleh Sidang Tanwir Muhammadiyah tersebut sebagai faktor yang membuat SBY sebagai Presiden RI yang sangat lemah, pembimbang dan peragu," sambungnya. Basarah pun mengimbau SBY agar dapat menerima pemikiran dan kritik dari Muhammadiyah sebagai masukan yang positif. "Jangan seperti biasanya, selalu menanggapi kritik dari masyarakat dengan sikap yang defensif dan cenderung mencari-cari kesalahan pihak yang mengkritiknya," sambungnya. Dalam sidang penutupan sidang Tanwir Muhammdiyah, Muhammadiyah 2012, di Bandung, Jawa Barat, Ahad (24/6), Ormas Muhammadiyah melihat kepemimpinan bangsa Indonesia selama ini sering absen ketika diperlukan, lamban, bimbang dan galau dalam mengambil sebuah keputusan. "Hal tersebut disebabkan oleh perilaku politik transaksional penggunaan uang dalam mengejar jabatan dan kegagalan parpol dalam melakukan perkaderan dan rekrutmen pemimpin bangsa," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Agung Danarto. Agung Danarto menyatakan salah satu pangkal permasalahan bangsa adalah kepemimpinan dan saat ini bangsa Indonesia mengalami sebuah krisis yakni krisis kepemimpinan. "Lemahnya kepemimpinan nasional ini berakibat pada buruknya kualitas SDM sebagaimana terindikasi dan peringkat IPM yang dikeluarkan oleh PBB. Terlebih Indeks Negara Gagal 2012 semakin menegaskan bahwa Indonesia menjadi sangat berisiko jadi negara gagal," katanya. Dikatakan, Muhammadiyah memandang perlunya langkah-langkah penyelamatan bangsa melalui penguatan kepemimpinan. Untuk itu, kata Agung, bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang memenuhi tujuh syarat. "Tujuh syarat tersebut pertama adalah visioner artinya yang memiliki visi yang sesuai dengan cita-cita bangsa nasional para pendiri bangsa," ujarnya. Kriteria kedua, kata dia, adalah pemimpin itu harus nasionalis dan humanis yakni yang berkomitmen kebangsaan yang kuat dan kemanusian yang luhur. Kriteria ketiga ialah harus mampu membangun solidaritas bangsa yang majemuk. "Keempat ialah risk taker atau berani ambil risiko. Kelima decisive atau mampu mengambil keputusan yang cepat, tepat dan tegas," katanya. Dikatakannya, kineria keenam adalah pemecah masalah atau problem solver dan kriteria pemimpin menurut Muhammadiyah ialah morally committed yakni pemimpin yang memiliki integritas moral yang tinggi sehingga tidak korup.

Hanya Jawaban Pasangan Foke-Nara dan Faisal-Biem Yang Memuaskan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Berbagai diskusi dan debat publik pun tersaji di media masa. Enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur menyampaikan visi, misi serta solusi permasalahan ibukota dengan gayanya masing-masing. Danang Parikesit, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang juga menjadi panelis debat cagub-cawagub mengungkapkan, secara umum dirinya belum puas terhadap jawaban-jawaban dari para kandidat tentang berbagai permasalahan Jakarta. Ia menilai mereka hanya memberikan ide secara umum, namun tidak mengungkapkan strategi detail atas ide tersebut. "Hampir semuanya mengatakan banjir itu persoalan Jakarta, tapi sangat sedikit yang bicara, apa yang harus dilakukan. Saya mengharapkan mereka harusnya menjawab bagaimana mengelola air tanah dan sebagainya," ujarnya usai debat kandidat di Hotel Gren Melia, Jakarta Selatan, Minggu (24/6/2012). Ia menilai, dari debat publik yang diselenggarakan Komisi Pemerintah Umum (KPU) Provinsi DKI Jakata, hanya pasangan dari kubu petahana Foke-Nara dan pasangan independen, Faisal Biem yang menjawab dengan memuaskan. Hal tersebut karena kedua pasang tersebut yang mampu memaparkan data sebagai bahan debat. "Satu yang juga mereka tidak confidence, yaitu akses terhadap data. Dari semua pasangan, Incumbent dan faisal, dua orang ini menguasai masalah data sehingga jauh lebih percaya diri dari pada calon lain menyangkut angka," lanjutnya. Danang juga menegaskan, perbedaan bekal data yang kerap terjadi sesama kandidat maupun dengan panelis, bisa menjadi pelajaran bagi pihak penyelenggara pemilu kedepannya. Ia berharap KPU Provinsi DKI mampu menginventarisis data tentang permasalahan kota Jakarta, sehingga bisa dijadikan dasar bagi para kandidat melakukan adu ide berdasarkan data yang sama. "Kita tidak ingin di debat seperti ini, hanya berdebat masalah data. Saling klaim, justri kita ingin dengan data tersebut, mereka punya strategi yang berbeda, dengan data yang sama," lanjutnya.

Nyamuk Aneh Diet Darah Sebelum Bertelur

SYDNEY, KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan bahwa nyamuk Culex molestus punya perilaku aneh. Jika sebagian besar nyamuk mengisap darah secara terus menerus pada saat lapar, tak demikian halnya dengan nyamuk ini. Culex molestus akan berdiet alias tak menghisap darah sebelum berhasil meletakkan telur. Fakta ini ditemukan lewat penelitian panjang selama 2 tahun. Jenis nyamuk Culex molestus memiliki habitat di pipa pembuangan dan septic tanks. Cameron Webb dari University of Sydney Medical mengatakan, "Terobosan dalam studi ini adalah bahwa jika nyamuk ditawari darah, nyamuk itu takkan mengisapnya sebelum telurnya berhasil diletakkan. Kami percaya, nyamuk ini adalah satu-satunya spesies di Australia yang memiliki perilaku ini." "Begitu telur pertama diletakkan, maka nyamuk langsung akan berburu darah," tambah Webb seperti dikutip Zee News, Kamis (21/6/2012). Menurut Webb, sebelum meletakkan telur, nyamuk mendapatkan energi dari nutrisi yang dikumpulkan sebelum fase dewasa. Perilaku ini dikenal dengan autogeni. Hasil penelitian Webb dipublikasikan di Journal of Vector Ecology. Webb mengungkapkan, salah satu yang bisa diambil dari penelitian ini ialah manusia harus berpikir lagi saat akan mendesain tempat penyimpanan air, limbah dan sebagainya. Desain harus dipertimbangkan sehingga tidak menciptakan peluang baru bagi nyamuk untuk berkembang.

Senin, 23 April 2012

SBY Instruksikan Kapolri dan TNI Tindak Tegas Pelaku Geng Motor

[JAKARTA] Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk tegas menindak oknum TNI maupun masyarakat sipil yang terlibat geng motor. ”Tadi pagi arahan Bapak Presiden kepada Panglima TNI dan Kapolri agar benar-benar melakukan tindakan langkah-langkah yang tepat, untuk mengembalikan rasa aman, dan mengembalikan keamanan itu sendiri,” katanya di Bina Graha kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (23/4). Julian mengatakan, Presiden SBY menginginkan masyarakat dapat merasa aman dilingkungannya berada. Bahkan, terkait indikasi adanya oknum TNI yang membekingi geng motor, menurut Julian, Presiden SBY tidak terlalu perduli. Sebab, SBY hanya mengharapkan agar aksi geng motor yang meresahkan diharapkan dapat segera dihentikan Polri. ”Jadi yang diutamakan adalah agar masyarakat tidak resah,” tegas dia. Jadi, sambungnya, jangan dipersoalkan lagi itu dari satu kelompok A atau siapapun. Yang pasti rasa aman dan harapan masyarakat akan ketertiban kemanan itu bisa terlaksana dan dijaga. ”Dan itu perintah langsung Presiden kepada Kapolri agar jajaran kepolisian menindak tegas yang akhir-akhir ini terjadi, termasuk geng motor,” tutupnya. [O-2]

Kurang Bergerak Bisa Memicu Serangan Jantung

[DENPASAR] Ketua Umum Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia (IKKI) Prof dr Lukman Hakim Makmun mengatakan, pola hidup masyarakat yang kurang banyak bergerak menjadi salah satu pemicu mudahnya terkena serangan jantung. "Karena kecanggihan teknologi, semakin jarang masyarakat yang rutin mau berjalan kaki dan bersepeda, padahal itu sangat baik bagi kesehatan jantung," katanya, di Denpasar, Jumat (30/3) Ia menyampaikan itu di sela-sela kegiatan simposium internasional mengenai aterosklerosis yang dirangkaikan dengan simposium IKKI ke-11 mengenai penyakit kardiovaskular. Sedangkan IKKI merupakan organisasi yang yang bergerak di bidang penanganan penyakit jantung, otak, dan pembuluh darah (kardioserebrovaskular). "Kami sengaja mengangkat tema aterosklerosis dalam simposium ini karena merupakan penyebab timbulnya penyakit seperti serangan jantung dan stroke. Aterosklerosis sendiri merupakan proses penumpukan plak kolesterol yang diendapkan pada dinding pembuluh darah arteri sehingga arteri (pembuluh nadi) menjadi menyempit dan tidak dapat mengantarkan darah yang cukup untuk mempertahankan fungsi normal organ tubuh," katanya. Sampai terjadinya proses penyempitan pembuluh darah ini, sangat berkaitan karena pola makan dan pola hidup yang dilakukan masyarakat saat ini. "Kecenderungan saat ini di dunia dan juga di Indonesia, penderita serangan jantung menjadi lebih muda yakni usia 40 tahun. Padahal dalam periode terdahulu usia penderita penyakit serangan jantung di atas setengah abad," ucapnya. Ia menambahkan, pola hidup masyarakat kini semakin sedikit yang mau menggerakkan badannya sehingga potensi risiko serangan jantung pun semakin besar. Di samping faktor makanan berkolesterol dan pola hidup yang gemar merokok. "Menggerakkan badan bukan berarti berolahraga berlebihan. Olahraga jangan berlebih, maksimal 30 menit. Olahraga yang baik agar mencapai nadi tertentu sesuai aturan kesehatan yang disesuaikan dengan usia. Minimum olahraga dilakukan tiga kali dalam seminggu," ucap Lukman Hakim. Ia mengatakan, jangan sampai masyarakat ikutan-ikutan berolahraga dan menyesuaikan dengan orang sehat, justru itu akan menimbulkan sesak napas. "Dalam keseharian, menggerakkan badan, paling tidak dilakukan naik gedung dengan menaiki tangga bukan naik lift," ujarnya. Lukman juga menyampaikan, pola makan pun harus diperhatikan agar seimbang dan jangan sampai berlebihan kolesterol. Makin tua, hendaknya memperbanyak makan sayuran untuk menghindari risiko terkena serangan jantung. [Ant/L-9]

Mengaku Perjaka, Suami Dilaporkan Istri

UNGARAN, suaramerdeka.com - Seorang karyawan swasta di Ungaran berinisial ZA (30), warga Wonodri Kebondalem, Semarang Selatan dilaporkan Eko (31) yang tidak lain istrinya sendiri terkait dugaan pemalsuan identitas, hari ini. Di hadapan Polisi, Eko yang datang bersama keluarganya mengaku bila ZA telah mengubah identitasnya menjadi perjaka. Kemudian menikah lagi dengan YA (27), warga Ungaran. Eko yang menetap di Rembang sebelumnya tidak menaruh curiga, kasus ini terbongkar setelah YA mengandung tiga bulan. "Kami resmi menikah di Rembang 2008 lalu, surat pun resmi dikeluarkan oleh KUA Sale. Setelah menikah suami meminta izin bekerja ke Ungaran," kata Eko. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ZA diketahui menikahi YA di Bergas, Kabupaten Semarang September 2011 lalu. Ketika menikah, identitas ZA diketahui masih perjaka meski sudah berstatus menikah dengan Eko. Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih berusaha menelusuri kebenaran berkas termasuk surat nikah yang diterbitkan oleh KUA Bergas. Menurutnya, pihak KUA hanya bertindak sebagai pelaksana. Untuk itu dirinya memfokuskan penyidikan kepada ZA terkait kepemilikan identitas perjaka. "Kami masih akan kembangkan laporan ini, berubahnya identitas ZA menjadi perjaka menjadi catatan penyidik," ujar AKP Agus Puryadi. Atas kasus tersebut ZA terancam Pasal 263 atau 266 KUHP tentang pemalsuan surat dan atau menyuruh atau menempatkan keterangan palsu pada data otentik, dengan hukuman maksimal enam tahun penjara.

Sore Ini, Keputusan Pembatasan Premium Diambil

KOMPAS.com — Selasa (24/4/2012) sore ini, nasib rencana pembatasan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi akan ditentukan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal menentukan apakah rencana itu dijalankan atau tidak dalam sidang kabinet paripurna pukul 16.00 nanti di Kantor Presiden. Sebelumnya, pada pukul 14.00 direncanakan berlangsung rapat kabinet terbatas bidang perekonomian. Pembahasan juga berkisar pada rencana pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang antara lain meliputi bensin jenis Premium. Jadi, apa yang dihasilkan oleh rapat terbatas itu akan dibawa dalam sidang kabinet paripurna dan menjadi bahan pengambilan keputusan terakhir oleh Presiden. Gara-gara rencana menaikkan harga BBM bersubsidi pada 1 April ditolak DPR, pemerintah kini berupaya menekan pemakaiannya dengan membatasi jenis mobil yang diperbolehkan memanfaatkan BBM bersubsidi. Mobil dengan mesin berkapasitas 1.500 cc atau lebih akan dilarang memanfaatkan BBM bersubsidi. Akibatnya, mereka yang semula menikmati Premium seharga Rp 4.500 per liter harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam untuk membeli BBM nonsubsidi. Harga BBM nonsubsidi mencapai Rp 9.000-Rp 10.000 per liter. Sebagai perbandingan, pada bulan lalu, pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter.

Kaligis Desak Penyidik Periksa Rekaman CCTV McDonalds

KOMPAS.com — Pihak JRR, tersangka kasus pengeroyokan Kelasi Satu Arifin Siri, bersikeras menyatakan bahwa JRR hanyalah korban salah tangkap aparat kepolisian. Pasalnya, saat pengeroyokan terhadap staf khusus Panglima Armada Kawasan Barat TNI Angkatan Laut itu dilakukan, JRR tidak berada di lokasi. JRR mengaku hanya sempat 10 menit di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara, tempat Arifin dikeroyok, dan kemudian pergi ke McDonalds Mal Artha Gading bersama keenam temannya. Di sana, JRR berkumpul pukul 01.00-03.00 dan kembali lagi ke rumahnya di Koja, Jakarta Utara. Sementara pengeroyokan Arifin terjadi pada pukul 02.30. Atas kejanggalan penangkapan ini, kuasa hukum JRR, OC Kaligis, meminta penyidik menyita rekaman CCTV McDonalds Mal Artha Gading untuk membuktikan alibi JRR. "Kami sudah sampaikan dan meminta penyidik untuk periksa rekaman CCTV itu. Hanya penyidik yang bisa mengambil rekaman itu," ungkap Kaligis, Senin (23/4/2012), saat dijumpai Kompas.com di kantornya. Namun, hingga kini, rekaman itu tidak menjadi pertimbangan penyidik. Polisi juga masih berpegangan pada berita acara pemeriksaan (BAP) JRR pertama pada tanggal 10 April 2012, di mana JRR mengakui semua perbuatannya. "Tapi, itu dia dalam kondisi diancam akan diserahkan ke TNI. Makanya, dia ikuti kata penyidik, apalagi saat itu dia tidak didampingi kuasa hukum," kata Kaligis. BAP JRR kemudian diubah pada tanggal 17 April 2012, di mana JRR membantah semua tuduhan terkait dengan pengeroyokan Arifin. Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Didi Halimansyah, pihaknya tidak berpatokan pada pengakuan tersangka. "Ada saksi O, yang juga jadi korban penusukaan. Dia ditusuk Kelasi Arifin, dari sini kemudian massa mengeroyok Arifin. O ini yang menggiring kami kepada para pelaku pengeroyok Arifin," ujar Didi di Polda Metro Jaya. Terkait hal ini, Kaligis meminta penyidik mengonfrontasi kesaksian JRR dengan saksi itu. "Seharusnya kalau begitu dikonfrontasi, dong. Tunjukkan apa benar orang ini melakukan perbuatan itu," katanya. Kaligis juga meminta penyidik mempertimbangkan kesaksian teman-teman JRR yang bersama-sama di McDonalds Mal Artha Gading. Mereka adalah Hendrik, Marcel, Comeng alias Roy Key, Jasen, dan Daus. Semuanya sudah diperiksa penyidik, kecuali Jasen. "Dalam keterangan teman-teman JRR, semuanya bilang tidak tahu pengeroyokan itu karena mereka semua ada di McDonalds," ujar kuasa hukum JRR, Grace Misnan. Grace mengaku aneh jika penyidik tetap bersikeras menjerat JRR. Dalam BAP pertama, berada di bawah tekanan, JRR mengaku melakukan pengeroyokan bersama teman-temannya. "Kalau memang polisi berpatokan terhadap BAP ini, seharusnya yang lain juga kena, tapi ini kan tidak. Kemudian, dari BAP kedua dan semua teman-teman JRR yang diperiksa, tidak ada yang tahu peristiwa itu," ungkapnya. Diberitakan sebelumnya, Kelasi Satu Arifin Siri, staf khusus Panglima Armada Kawasan Barat TNI AL, tewas ditusuk geng motor di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara, pada tanggal 31 Maret 2012. Massa saat itu mengeroyok Arifin karena pria itu mengacungkan sangkur untuk melerai perselisihan antara sopir kontainer dan sopir Avanza yang berserempetan serta geng motor yang marah karena jalannya terganggu kedua kendaraan itu. Melihat Arifin mengacungkan sangkur, massa berteriak, lalu mengerumuni Arifin dan mengeroyoknya hingga tewas. Polisi sudah menangkap lima tersangka dalam kasus ini, yakni Abdul Kahar alias Idung (22), Zaenuddin alias Asoi (17), Michael Trifernando alias Triyono (20), Adrian Yudi Islami alias Pance (20), dan JRR (21). Semuanya dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.