Sabtu, 10 Mei 2008

Saatnya Kebangkitan Beruang Merah


Presiden Vladimir Putin telah memukul gong kebangkitan militer Beruang Merah. Penerbangan patroli pembom strategis jarak jauh kembali dihidupkan. Latihan perang dengan negara sekutu dikobarkan. Ibukota Moskwa dijaga rudal pertahanan udara terbaru. Anggaran militer pun didongkrak 30%. Adakah ini pertanda kebangkitan sang penguasa Blok Timur?

Ada dua hal yang menjadi prioritas dalam pembangunan militer Rusia saat ini. Pertama, Angkatan Bersenjata (AB) Rusia ditujukan guna mencegah semua agresor yang berniat menyerang tanah Rusia. Langkah yang diambil pemerintah Rusia dalam hal ini adalah membina dan mendayagunakan kekuatan nuklir strategisnya untuk melakukan first strike sebelum negara itu diserang musuh.

Ini sungguh sesuatu yang baru, kata Piotr Butowski dalam artikel AirForces Monthly (Juli, 2007). Karena, semasa Perang Dingin, USSR telah menjamin tidak akan melakukan first strike, apalagi dengan menggunakan kekuatan nuklirnya.

Prioritas kedua, adalah menindak segala bentuk agresi lokal yang datang dari dalam negeri dengan tujuan mengacaukan stabilitas negara. Cara yang diambil untuk hal ini adalah meningkatkan kesiapan tempur (combat readiness) dari semua unsur angkatan perang Rusia. Ini berarti, pemerintah Rusia tidak akan mengambil jalan kompromi bagi segala bentuk ancaman yang bisa merutuhkan negara federasi Rusia.

Program 2006-2015
Guna menopang kebutuhan pembangunan militer yang besar tersebut, Rusia telah menaikkan anggaran militernya 25-30%. Tahun 2004 anggaran militer Rusia mencapai 138 miliar rubel (£2,68 billion), tahun 2005 naik menjadi 184 miliar rubel (£3,56 billion), dan tahun 2006 menjadi 236 miliar rubel (£4,57 billion). Terakhir, pada 2007 anggaran naik lagi menjadi 300,5 miliar rubel (£5,9 billion). Padahal, perlu dicatat, angka inflasi tahunan di Rusia mencapai 9-11%.

Untuk anggaran 2007, hampir setengahnya digunakan bagi pembelian dan modernisasi peralatan. Kemudian 60 miliar rubel untuk perawatan dan 97 miliar rubel untuk riset dan pengembangan.

Daftar belanja senjata 2006-2015 telah dituangkan dalam GVP-2015 yang ditandatangani Presiden Putin pada November 2006. Di situ antara lain disebut, sebanyak £96 billion dianggarkan untuk biaya pemodalan program 10 tahun ke depan. Sebagian besar dana akan digunakan untuk pembangunan kekuatan nuklir strategis termasuk pembelian 66 rudal balistik antarbenua (ICBM) Topol-M, pembangunan 34 Komando Pusat Peluncur ICBM dan pembuatan lima kapal selam bersenjata rudal balistik.

Tahun 2015, Komando Penerbangan Strategis akan mengkaji 50 pesawat pembom jarak jauh dan meng-upgrade hampir separuhnya dengan sistem avionik terbaru dilengkapi rudal jelajah. Termasuk dalam armada ini adalah Tu-95MS dan Tu-160.

Dalam sepuluh tahun ke depan AU Rusia (VVS) akan menerima sedikitnya 250 pesawat baru dan helikopter. Sementara 770 unit dari yang operasional saat ini akan masuk bengkel peningkatan kemampuan sehingga setara lagi dengan pesawat baru. (World Defence Almanac mencatat, pada 2003 AU Rusia memiliki 3.416 pesawat).

Pejabat Rusia memberikan info, sebagian dari pesawat baru tersebut di antaranya 58 pembom taktis Su-34 Fullback, 67 heli tempur Mi-28, 12 heli tempur Ka-52, 60 pesawat latih Yak-130 dan 18 pesawat angkut ringan Il-112V.

Untuk pertahanan udara, VVS juga akan membangun 18 Skadron Rudal Antipesawat dengan rudal terbaru S-400 Triumf (SA-21 Growler). Rudal yang sama digunakan juga oleh Batalion Pertahanan Udara Angkatan Darat di sekitar ibukota Moskwa.

Penguatan VVS
VVS yang telah digabung dengan Komando Pertahanan Udara (PVO) tahun 1998 saat ini diawaki oleh sekitar 180.000 personel (setengah dari jumlah personel AU AS). Menaungi 80 Resimen Udara dan kurang lebih 30 Resimen Rudal Antipesawat. Markas Komandonya berlokasi di Balashika, dekat Moskwa, yang tidak lain adalah bekas Markas Komando Pertahanan Udara. Saat ini Kepala Staf VVS dijabat Colonel General Alexander Zelin (dilantik 10 Mei 2007), menggantikan Army General Vladimir Mikhailov yang menjabat sejak 21 Januari 2001.

Modernisasi pesawat juga menyentuh jet pencegat MiG-31BM Foxhound. Uji prototipe pesawat dilaksanakan di wilayah Akhtubinsk. Selain itu uji jet-jet tempur upgraded juga dilakukan di Lipetks. Misalnya modernisasi jet tempur Su-27SM dan pembom taktis Su-24M2 Fencer serta pesawat penyerang Su-25SM.

Uji beragam helikopter dilaksanakan di Torzhok. Di antaranya upgraded heli tempur Mi-24PN Hind, Ka-50/52 dan lainnya. VVS juga memiliki sub-divisi di delapan Air Army. Enam di antaranya menginduk ke Unit Stasiun Udara milik Distrik Militer setempat. Sementara dua Air Army yang lain dibangun lebih mandiri dengan tujuan fungsional (functional purpose). Yaitu 37th Air Army berkekuatan pembom strategis jarak jauh dan 61st Air Army berkekuatan pesawat angkut An-26 dan An-12.

Saat ini AB Rusia juga tengah mengkaji kemungkinan konsolidasi antara Resimen Rudal Antipesawat VVS dengan unit Space-Missile Defence (RKO). Setelah direalisasikan, namanya akan menjadi Air and Space Defence (VKO). Presiden Putin diberitakan sudah menyetujui rencana peleburan dua komando strategis ini.

Akibat diabaikan?
Keputusan Presiden Rusia mengaktifkan kembali penerbangan patroli pembom jarak jauh (17/8) didasari kekecewaan karena "negara lain" tidak mengikuti jejak yang dilakukan Rusia. "Saya harap negara-negara lain memaklumi langkah kami," ujar Putin di sela pembukaan latihan militer besar-besaran dengan Cina tanpa merinci negara mana yang dimaksudnya.

Sebagaimana diketahui, sejak 1992 mengakhiri era Perang Dingin, Rusia telah menghentikan program patroli pembom jarak jauhnya. Namun, langkah yang bersifat unilateral dan telah dilaksanakan Rusia selama 15 tahun ini menurut Putin nyatanya tidak diikuti negara lain.

Kantor berita AFP melaporkan, sekurangnya 20 pembom strategis dilengkapi rudal dan pesawat pendukung pengisi bahan bakar di udara, diterbangkan Rusia guna melakukan patroli rutin 20 jam sehari. Mereka terbang dari tujuh pangkalan udara dan meng-cover wilayah strategis di Lautan Pasifik serta Lautan Atlantik. "Kami harap mitra kami memahami langkah ini. Pilot kami terlalu lama menganggur, kini mereka gembira karena bisa beraktifitas lagi," tambah Putin berdiplomasi.

Dalam artikel di Christian Science Monitor, Fred Weir melihat langkah baru Rusia sebagai buntut terjadinya military gestures (gerak isyarat militer) dalam hubungan diplomatik Rusia-Barat (AS). Ia mengutip pernyataan Sergei Stroklan, ahli hubungan luar negeri Rusia yang mengatakan, "Sangat jelas bahwa Kremlin kini lebih banyak mendengar dan memberi lebih kepada para jenderal."

Dengan langkah mengaktifkan lagi penerbangan patroli pembom jarak jauh tersebut, mau tidak mau Rusia akan "memaksa" AS dan NATO melakukan scramble pesawat pencegatnya. Dan hal ini terjadi lagi sejak era Perang Dingin berakhir.

Kedok SCO
Bulan lalu Rusia dan calon adidaya baru China melakukan latihan militer bersama melibatkan enam negara yang tergabung dalam Shanghai Cooperation Organization (SCO). Latihan militer dipusatkan di wilayah Chelyabinsk. Sebanyak 6.500 personel serta lebih 100 pesawat terlibat dalam latihan ini.

Memang Putin memberi penegasan kalau latihan tersebut tidak ada kaitannya dengan isu mendirikan Cold War-style Military Bloc. Sesuai tujuan SCO yang didirikan tahun 2001, kerjasama lebih ditujukan untuk pembangunan ekonomi bersama di mana pada akhirnya anggaran militer masing-masing negara akan terdongkrak olehnya.

Meski demikian, beberapa kalangan Barat tetap nyinyir dan menilai SCO dengan anggota China, Rusia, Uzbekistan, Kyrgyztan, Kazakhstan dan Tajikistan itu sebagai "Club of Dictators". Tanggapan dari Rusia sendiri beragam. Umumnya mereka tidak terlalu ambil peduli. Lihat misalnya komentar Ivan Safranchuk, Direktur World Security Institute di Moskwa. Ia mengatakan, "SCO jelas sekali menginginkan agar Amerika Serikat meninggalkan Asia Tengah. Itu memang politik utamanya."

Terlepas dari kontroversi di atas, Rusia sepertinya memang berkeinginan mengembalikan nama besar Soviet zaman dulu. Ahli militer Alexander Goltz yang dikutip CBSNews (19/8) memberikan kritikan pedas. "Sekarang para pemimpin militer kami sudah punya uang yang cukup untuk membuat karikatur kedidayaan militer Soviet. Mereka ingin mengembalikan adidaya itu. Tetapi, rencana itu masih bercampur-aduk. Harusnya mereka lebih realistik mana yang bisa diraih dan mana yang tidak. Mengembalikan simbol-simbol kedigdayaan Soviet tentu tidak akan semudah itu," ujarnya. (*)

Beberapa Armada Militer Rusia
Antonov: An-12, An-26, An-30, An-72, An-124
Ilyushin: Il-18, Il-22, Il-76/K/MD, Il-78/M, Il-80, Il-82
Kamov: Ka-50, Ka-52, Ka-60
MiG: MiG-23, MiG-25U/RB, MiG-29, MiG-31, MiG-35
Mil: Mi-2, Mi-8/MT, Mi-17, Mi-24/PN, Mi-26
Sukhoi: Su-24/MR/SM, Su-25, Su-27, Su-30, Su-33, Su-34, Su-35
Tupolev: Tu-22MR/M3, Tu-95MS, Tu-134UBL/Sh, Tu-154, Tu-160
Yakovlev: Yak-18, Yak-130

4.500 Pesawat Hingga 2025
Rusia menyanangkan pembuatan 4.500 pesawat hingga 2025. Biaya yang dibutuhkan mencapai 250 miliar dollar AS. Alexei Fyodorov, Direktur MiG Corporation yang juga Direktur Umum United Aircraft Corporation (UAC) bulan lalu mengatakan, setiap bulan Rusia akan membuat 100 pesawat militer, 100 pesawat angkut dan 300 pesawat sipil. UAC didirikan tahun 2006 sebagai perusahaan mega-holding pengoordinir semua pembuatan pesawat di Rusia. Sebagian besar saham UAC dimiliki pemerintah Rusia. (ron)

Tameng Baru Moskwa
Ibukota Moskwa diperkuat Batalion Pertahanan Udara bersenjatakan rudal darat ke udara terbaru S-400 Triumf (SA-21 Growler) sejak 6 Agustus 2007. S-400 dibuat oleh pabrik Almaz Central Design Bureau. Mempunyai kemampuan menghancurkan pesawat siluman, jet tempur, rudal jelajah, rudal balistik sampai jarak jangkau 400 km. Kemampuan S-400 dua kali lipat rudal MIM-104 Patriot produksi AS. (ron)

Pechora pun Disiagakan
Kalau rudal S-400 disiagakan untuk menghancurkan target jarak jauh, maka rudal antipesawat terbaru Pechora-2M disiagakan untuk melumat target dibawah jarak 35 km. Jet tempur seukuran F-16 dapat dilumat hingga jarak 30 km, sementara pesawat yang lebih besar bisa digasak hingga jarak 35 km. Pechora-2M punya kemampuan lebih dari pendahulunya S-125 Pechora (SA-3 Goa). Baterai rudal ini pun tidak akan terdeteksi oleh rudal udara ke darat antiradiasi AGM-88 Harm. Pechora-2M bersifat mobile dan dapat dipasang dalam 25 menit (S-125 butuh tiga jam). Tidak salah, 10 mentri pertahanan negara CIS sangat kesengsem membeli rudal ini. (ron)

Reaksi Inggris
Inggris termasuk negara yang kebakaran jenggot akibat patroli rutin yang dijalankan Rusia. Kejadian pertengahan bulan lalu buktinya. AU Inggris (RAF) segera menerbangkan jet pencegat Eurofighter Typhoon untuk mengintersep pembom strategis Tu-95MS Bear dan Tu-160 Blackjack yang nyelonong mendekati wilayah udara Inggris di kawasan Atlantik Utara. Apa kata Rusia? "Sudah kami bilang, itu kan patroli rutin pembom kami di wilayah Lautan Atlantik, Pasifik sampai ke Laut Hitam dan Kutub Utara," tangkis juru bicara AU Rusia Kolonel Alexander Drobyshevsky.

Jumat, 11 April 2008

Israel Adakan Latihan Pertahanan Sipil Terbesar

Jerusalem (ANTARA News) - Israel Kamis menyelesaikan latihan pertahanan sipil terbesar dengan mensimulasikan serangan senjata kimia terhadap sebuah rumah sakit dan mengaku latihan yang berlangsung lima hari itu berjalan baik.

Dalam latihan terakhir, sebuah rumah sakit di kota utara Afula diungsikan selama mensimulasikan serangan senjata kimia, kata seorang jurubicara militer seperti dikutip AFP.

Tindakan itu dimaksudkan sebagai persiapan Israel untuk menghadapi kemungkinan serangan yang melibatkan senjata-senjata konvensional di samping rudal-rudal yang diperlengkapi dengan kimia atau berhulu perang bakteri.

Latihan, yang dimulai sejak Ahad berjalan sangat baik, dan segala sesuatunya berjalan menurut apa yang kami rencanakan. Kami rasa kami akan mendapat banyak masalah," kata jurubicara kementerian pertahanan Shlomo Dror.

Latihan-latihan itu juga ditujukan sebagai persiapan negara Yahudi itu menghadapi kemungkinan serangan-serangan dari Suriah, sekutu milisi Hizbullah Lebanon dari utara, dan gerakan Islam Palestina Hamas dari selatan.

Latihan yang berlangsung di seluruh negeri itu meningkatkan ketegangan-ketegangan dengan negara-negara tetangga Israel seperti Suriah dan Lebanon, namun Israel menegaskan bahwa latihan tersebut hanya dirancang untuk menguji pertahanan sipil mereka.

"Obyek latihan adalah mengecek semua jenis situasi," kata Dror. "Kami mengatakan sebelumnya bahwa jika segala sesuatunya berjalan dengan baik (dalam perang Lebanon 2006) kami tidak akan mengadakan latihan demikian."

Komandan garis depan utara negara Yahudi itu mengatakan, bahwa Israel saat ini telah mempersiapkan dengan lebih baik untuk menghadapi serangan-serangan rudal ketimbang pada saat perang 2006 menghadapi milisi Hizbullah Syi`ah, ketika lebih dari 4.000 roket menghantam wilayah Israel utara.

"Kami saat ini benar-benar berbeda. Tingkat kesiapan mencapai tingkat tertinggi dan setiap orang memahami apa yang akan mereka lakukan," kata Kolonel Yossi Luchy kepada AFP.

Satu penyelidikan resmi mengecam keras kepemimpinan Israel berkaitan gagalnya perlindungan terhadap penduduk sipil selama konflik 34 hari yang telah menewaskan lebih dari 1.200 orang Lebanon. Sebagian besar dari korban adalah warga sipil yang tidak bersalah, dan 160 orang Israel, yang sebagian besar adalah tentara. (*)

China Tolak Permohonan Ketua HAM PBB Kunjungi Tibet

Jenewa (ANTARA News) - China telah menolak permohonan pejabat hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa Bangsa untuk berkunjung ke Tibet, kata jurubicaranya Kamis.

Pada akhir Maret, Komisi Tinggi untuk HAM PBB, Louise Arbour meminta penguasa China untuk mengijinkannya mengunjungi Tibet setelah aksi penumpasan Beijing terhadap para pemrotes di wilayah otonomi itu pada awal bulan ini.

Namun China mengirimkan balasan menolak permintaan tersebut, seraya mengatakan bahwa waktunya tidak tepat, kata jurubicara itu.

Arbour telah mengatakan kepada China bahwa dia ingin mengunjungi Tibet secepat mungkin dalam rangka menyaksikan situasi HAM di sana, kata jurubicara itu sebagaimana dilaporkan Kyodo.(*)

Perjalanan Berat Obor Olimpiade

Oleh Ahmad Wijaya, Kepala Biro ANTARA di Beijing, China

Beijing (ANTARA News) - Kekhawatiran China akan terjadinya gangguan terhadap lari berantai keliling dunia obor Olimpiade 2008, terbukti benar.

Belum juga menempuh separuh perjalanan, obor Olimpiade sudah beberapa kali mendapat gangguan demonstran pro-Tibet. Ketika tiba di London pada 6 April dan di Paris (7/4) obor Olimpiade langsung didera unjuk rasa.

London dan Paris merupakan kota persinggahan obor Olimpiade keempat dan kelima, setelah sebelumnya melintasi Almaty (Kazahktan), Istanbul (Turki) dan St. Petersburg (Rusia) pada 2-5 April.

Perjalanan di tiga kota pertama tersebut aman dari gangguan para demonstran pendukung Dalai Lama dan pro-Tibet, namun ketika obor tiba di London, sejumlah demonstran pro-Tibet telah menunggu yang berupaya ingin menggagalkan perjalanan obor tersebut.

Aksi itu membuat aparat keamanan setempat harus bekerja keras untuk mengamankan perjalanan simbol semangat dan sportivitas olimpiade itu.

Demikian pula ketika obor tiba di Paris, sejumlah demonstran telah menunggu kedatangan obor itu. Mereka tak menyambut suka cita obor Olimpiade, sebaliknya menghalangi perjalanan obor Olimpiade.

Lolos dari sergapan para demosntran di London dan Paris, obor Olimpiade 2008 selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju San Fransico pada 9 April 2008.

Alih-alih mendapat sambutan meriah dari masyarakat San Fransisco, kedatangan obor di Amerika Serikat disambut "caci-maki" pendukung Dalai Lama.

Para demonstran pro-Tibet pun juga melakukan penolakan keras terhadap kedatangan obor itu dan bahkan sejumlah demonstran mencoba memanjat jembatan "Golden Gate" untuk membentangkan spanduk berisikan pembebasan Tibet dari China.

Entah sampai kapan dan dimana obor Olimpiade itu tidak mendapat tentangan dari para demonstran pro-Dalai Lama dan pro-Tibet, padahal perjalanannya masih sangat jauh hingga dimulainya pembukaan Olimpiade 2008 di Beijing tanggal 8 Agustus 2008.

Obor Olimpiade 2008 masih harus singgah di Buenos Aires (Argentina) pada 11 April, Dar es Salaam (Tanzania) pada 13 April, 14 April singgah di Muscat (Oman), di Islamabad (Pakistan) pada 16 April, 17 April melewati New Delh (India), 19 April melewati Bangkok (Thailand), 21 April melewati Kuala Lumpur (Malaysia), 22 April melewati Jakarta (Indonesia), 24 April melewati Canberra (Australia), 26 April melewati Nagano (Jepang), 27 April melewati Seoul (Korsel), 28 April melewati Pyongyang (Korut), 29 April -melewati Ho Chi Minh City (Vietnam).

Pada awal Mei, lentera yang menyimpan api Olimpiade dijadwalkan dibawa ke puncak Mount Everest, jika cuaca memungkinkan. Selanjutnya 2 Mei melewati Hong Kong dan 3 Mei melewati Makao.

Usai dari Makao, pada tanggal 5 Mei-7 Agustus 2008, obor akan mengelilingi sejumlah provinsi, kotamadya, dan wilayah otonomi di China, termasuk Tibet, dan pada tanggal 8 Agustus dijadwalkan tiba di Stadion Sarang Burung, tempat upacara pembukaan Olimpiade Beijing.

Kementrian Luar Negeri (Kemlu) China mengutuk upaya menggagalkan pelaksanaan lari berantai obor Olimpiade 2008 oleh sekelompok separatisme pro-Tibet ketika berada di Inggris dan Prancis.

"Tindakan tercela tersebut melanggar semangat Olimpiade dan menantang seluruh masyarakat dunia yang mencintai Olimpiade," kata Juru Bicara Kemlu China Jiang Yu.

Menurutnya, Olimpiade 2008 di Beijing adalah merupakan kegiatan olahraga bersama bagi masyarakat dan atlet dunia.

Demikian pula obor Olimpiade yang diarak keliling ke sejumlah negara adalah diperuntukkan bagi masyarakat yang ada di dunia.

Meskipun mendapat tekanan saat obor tiba di London dan Inggris, ia mengatakan menyatakan terima kasih atas sambutan sebagian besar masyarakat di kedua kota itu, sehingga obor yang dibawa lari berantai bisa menyelesaikan dengan aman.

"Sambutan hangat disampaikan oleh publik Inggris dan Perancis, sehingga obor Olimpiade dapat selesai sesuai rencana di kedua kota itu dengan aman," kata Jiang Yu.

Meskipun mendapat tekanan dan protes bertubi-tubi dari para demonstran pro-Tibet, ia yakin bahwa tak ada seorangpun mampu menghalangi semangat Olimpiade.

Selain itu juga tidak ada yang mampu menghalangi konsep "perdamaian, persahabatan dan kemajuan" yang dibawakan oleh misi obor Olimpiade.

Jamin Aman

Kekhawatiran paling memuncak apakah obor Olimpiade tidak mendapat gangguan berat dari demonstran adalah ketika tiba di Lhasa, ibukota Tibet.

Sejumlah pihak memperkirakan obor akan mendapat "gelombang protes berat" dari demonstran pro-Dalai Lama ketika obor singgah di Tibet.

Namun demikian Pemerintah Wilayah Otonomi Tibet menjamin dan memastikan obor Olimpiade akan melewati Lhasa dengan aman, bebas dari gangguan para demonstran.

"Jalur yang telah disiapkan juga tidak berubah berubah, sekalipun kemungkinan akan banyak demonstran yang akan mengganggu," kata Kepala Pemerintahan Wilayah Otonomi Tibet Qianba Puncog.

Ia menyadari bahwa perjalanan obor Olimpiade di Tibet akan banyak mendapat tekanan dari masyarakat yang pro-Dalai Lama seperti halnya yang telah terjadi di Inggris dan Prancis.

Namun, ia yakin sebagian besar masyarakat Tibet akan menyambut dengan baik kedatangan obor Olimpiade ketika tiba di Lhasa.

"Saya tidak ragu kalau obor Olimpiade yang akan melintasi Lhasa nanti akan berjalan dengan aman dan sukses," kata Puncog.

Seandainya nanti terjadi unjuk rasa yang mengarah anarki, Puncog tidak segan-segan akan melakukan perlawanan demi menjamin kelancaran perjalanan obor.

"Kita tidak akan ragu untuk melawan siapapun yang ingin menghalangi perjalanan obor Olimpiade. Tapi saya berharap agar masyarakat Tibet bisa menyambut kedatangan obor dengan baik dan suka cita," katanya.

Pemerintah China juga optimis masalah Tibet akan dapat diselesaikan secara damai.

"Upaya dialog antara pemerintah pusat dengan Dalai Lama tetap diupayakan. Kita tetap membuka pintu dialog," kata Wakil Menteri Persatuan Bidang Kerja Komite Sentral Partai Komunis China Si Ta.

Perdana Menteri Wen Jiabao pun dalam beberapa kesempatan mengemukakan pemerintah pusat tetap membuka pintu dialog dengan Dalai Lama.

"Kita tetap berupaya menjaga hubungan dengan Dalai Lama dan berupaya mencari penyelesaian terbaik soal Tibet," katanya.

Meskipun demikian, katanya, upaya dialog membangun tidak akan berhasil bila Dalai Lama belum mau mengubah keinginannya selama ini.

"Dalai harus menghentikan dahulu segala bentuk kekerasan dan upaya pemisahan diri dari China daratan. Ini adalah prasyarat utama untuk melakukan dialog. Ia juga harus menghentikan unjuk rasa menentang Olimpiade," kata Si Ta.

Hal senada juga diungkapkan Jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina Jiang Yu. JIan Yu mengatakan, "Pemerintah pusat selalu terbuka untuk melakukan dialog dengan Dalai Lama, asalkan ia bersedia menghentikan kegiatannya selama ini, termasuk dalam upaya menggagalkan Olimpiade."

Ia mengatakan, sejak dahulu, pemerintah pusat selalu terbuka dan ingin bertemu untuk membahas dan membicarakan berbagai upaya membangun Tibet.

Sikap pemerintah, katanya, sudah sangat jelas bahwa Tibet merupakan bagian tak terpisahkan dari China.

Amien Rais : Pemerintahan SBY, Broken Government


JAKARTA, JUMAT - Kritikan kembali disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Mantan Ketua MPR Amien Rais terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam orasi kebangsaannya di hadapan peserta Temu Wicara Mahkamah Konstitusi (MK)-PAN, di Hotel Sulthan, Jakarta, Jumat (11/4), Amien menyebut pemerintahan SBY sebagai broken government atau pemerintahan yang rapuh. "Pemerintahan SBY sudah sampai ke tahapan broken givernment. Ibaratnya broken home itu'kan suami, istri, anak, cucu atau mungkin ponakan yang ada di satu rumah sudah tidak ada koordinasi, carut marut, kacau balau. Tidak ada yang menyantuni anaknya, sekolah anaknya terlantar, bapak ibunya nggak pernah ketemu. Itulah kondisi negara kita. Lihat yang kasat mata saja, infrakstruktur ekonomi hancur, jalan rusak, lintas Sumatera terputus," paparnya.

Banyaknya masalah yang menerpa bangsa, seperti masalah kelangkaan bahan bakar dan kenaikan harga bahan pokok, membuat pimpinan bangsa kehilangan fokus dan tidak tahu apa yang akan dilakukan. Kata Amien, yang terparah adalah hilangnya jati diri bangsa. "Saya bertanya-tanya kenapa yang dilakukan untuk memperbaiki bangsa selalu gagal dengan cara yang sama? Saya tanya ke Menteri Pendidikan Nasional dari PAN Bambang Soedibyo, kenapa pemerintah terutama departemenmu setiap tahun konsisten melanggar konstitusi? Anggaran pendidikan yang seharusnya 20 persen dari APBN, tahun ini saja hanya 8,5 persen. Jawabannya, karena nggak ada uang. Tanya ke Menkes Siti Fadilah Supari, menanggulang flu burung kok dananya kecil, kaya main-main. Jawabannya, karena nggak ada uang. Coba Anda tanya juga ke SBY-JK, jawabannya pasti tidak ada uang," ujar Amien lagi.

Melihat kondisi negara saat ini, Amien mengakui emosi. Dalam orasinya, ia beberapa kali menyebut kata "tolol" dan "goblok". Menurutnya, bangsa Indonesia sudah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. (ING)