Jumat, 07 November 2008

Ekskusi Amrozi Cs Tinggal Masalah Teknis

JAKARTA, JUMAT - Tiga orang tersangka kasus Bom Bali I telah lama divonis mati. Eksekusi Amrozi cs pun telah diumumkan bakal dilakukan awal November ini. Namun hingga, Jumat (7/11) ini mereka belum juga dihadapkan pada regu tembak.
"Kita masih ada masalah teknis," kata Wakil Jaksa Agung, Muchtar Arifin, Jumat (7/1), di Jakarta. Muchtar Arifin mengatakan, masih ada masalah terkait dengan belum dilaksanakannya ekskusi.
Sayang, Muchtar tidak mau menjelaskan lebih lanjut mengenai masalah teknis apa yang menyebabkan waktu eksekusi mereka itu menjadi tak jelas. Namun, yang jelas masalah teknis tidak terkait dengan masalah hukum terhadap vonis tersebut.
"Kalau kasusnya sudah closed (ditutup), Kalau ada usaha-usaha lainnya tidak akan berpengaruh," tegas Muchtar. Masalah hukum mengenai Amrozi, Ali Gufron dan Imam Samudra terkait dengan vonis mati tersebut sudah ditutup.
Tidak ada lagi upaya-upaya untuk menyelamatkan mereka dari vonis tersebut. Jadi, tunggu saja eksekusi tersebut dilakukan apakah lusa, besok, atau malam ini.

Ralat Undangan.


Assalamu'alaikum Wr.Wbr.

Dengan permintaan ma'af yang sebesar-besarnya undangan Reuni Ikatan Keluarga 872 yang semula akan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 16 Nopember 2008,pukul 09.00,kita ralat menjadi hari Minggu,tanggal 11 Januari 2009, pukul 08.00,tempat Kesatrian Grup " C " Paspampres Lawang Gintung Bogor.
Atas pengertian dan perhatiannya diucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr.Wbr.

Sabtu, 25 Oktober 2008

Modernisasi Senjata TNI AL Solusi Kasus Ambalat


MODERNISASI atau peningkatan kemampuan peralatan tempur TNI AL merupakan solusi yang tepat bagi penyelesaian pelanggaran batas laut di daerah Ambalat oleh Malaysia.

"Angkatan laut Malaysia berani masuk ke wilayah laut Indonesia karena mereka merasa peralatan tempur lebih maju dan kuat dibandingkan peralatan tempur TNI AL. Dulu, ketika TNI AL masih lebih kuat mereka tidak akan berani masuk wilayah kita," kata atase pertahanan laut Kol TNI AL M Yunus, di Kuala Lumpur, Kamis (23/10).

Menurut dia, DPR bukan saja memprotes Malaysia yang melanggar wilayah laut Indonesia, terutama di kawasan Ambalat, tapi juga memikirkan bagaimana memodernisasi dan meningkatkan persenjataan tempur TNI AL agar tidak direndahkan oleh negara jiran itu.

"Untuk saat ini, boleh dikatakan persenjataan tempur TNI AL kalah dengan Malaysia sehingga mereka memiliki keberanian dalam memasuki kawasan laut yang masih dipersengketakan. Tapi jika kemampuan persenjataan TNI AL di atas mereka atau minimal sama, belum tentu mereka berani masuk ke wilayah itu," kata Kolonel M Yunus.

Menanggapi banyaknya pelanggaran oleh angkatan laut Malaysia di kawasan Ambalat, ia mengatakan, "Malaysia memang sering melanggar wilayah laut kita jika dilihat dari sisi wilayah laut Indonesia, tapi sebaliknya jika dilihat dari sisi Malaysia dan wilayah lautnya. Mereka tidak melanggar dan Indonesia yang dituduh sering melanggar wilayah mereka," katanya.

"Itulah konsekuensi dari persengketaan wilayah yang belum ada keputusan. Oleh sebab itu, perundingan batas-batas negara harus terus dilanjutkan, tapi DPR juga harus memikirkan bagaimana memodernisasikan atau meningkatkan kemampuan tempur TNI AL," ujar dia.

Perundingan dan modernisasi kemampuan tempur TNI AL merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi pelanggaran wilayah laut oleh negara tetangga.

Penyerapan Anggaran Dephan/TNI Sudah Mencapai 56,86%


Menteri Pertahanan (Menah) Juwono Sudarsono mengemukakan, penyerapan anggaran Departemen Pertahanan (Dephan)/TNI, Tahun Anggaran (TA) 2008 mencapai 56,86 persen dari alokasi anggaran yang disediakan yakni Rp35,03 triliun.

Usai rapat pertanggungjawaban keuangan Dephan/TNI di Jakarta, Rabu, ia mengatakan, pada TA 2009 pihaknya mengajukan anggaran sekitar Rp127 triliun tetapi hanya diberikan Rp35,03 triliun atau turun sekitar Rp1,36 triliun dibanding TA 2008 yang mencapai Rp36,32 triliun.

Alokasi anggaran tersebut, diberikan kepada Mabes TNI (Rp4,2 triliun), Mabes TNI Angkatan Darat (Rp17 triliun), Mabes TNI Angkatan Laut (Rp5 triliun) dan Mabes TNI Angkatan Udara (Rp3,4 triliun) dan Dephan sekitar Rp5,2 triliun.

Dari jumlah anggaran sebesar Rp5,2 triliun sekitar Rp1,1 triliun adalah rupiah murni, uang muka Kredit Ekspor (KE) Rp1,2 triliun dan PHLN sekitar Rp2,8 triliun.

"Hingga semester pertama 2008, jumlah anggaran yang sudah disalurkan sekitar Rp9,3 triliun atau 56,86 persen," ungkap Juwono.

Pada kesempatan terpisah, Irjen Dephan Safzen Noerdin mengatakan, penyerapan anggaran masih bisa ditingkatkan hingga 70 persen.

"Masih bisa ditingkatkan hingga 70 persen, sehingga pengadaan alat utama sistem senjata, baik yang menggunakan rupiah murni maupun Kredit Ekspor (KE) dapat direalisasikan secara cepat, tepat guna dan tepat sasaran," katanya.

Undangan

Assalamu'alaikum Wr.Wbr.

Dalam rangka meningkatkan rasa persaudaraan ,maka kami Keluarga Besar Ikatan Keluarga 872 (Angkatan Laut) mengundang kepada seluruh teman-teman Ikatan Keluarga Besar 872 (AD,AL dan AU) beserta keluarganya untuk hadir dalam rangka Syukuran dan Halalbihalal yang akan dilaksanakan pada :
Hari/tgl : Minggu,11 Januari 2009
Pukul : 08.00 Wib
Tempat : Gd.Bima Komplek Kesatrian Grup "C" PasPamPres
Lawang Gintung Bogor

(untuk info lebih lanjut hubungi:
Letkol Eko Satrio Telp 085695123456)

Wassalamu'alaikum Wr.Wbr.